Alat Kontrasepsi Hormonal Meningkatkan Risiko Diabetes

Banyak wanita menggunakan alat kontrasepsi hormonal untuk mencegah kehamilan. Namun, sayangnya mereka tidak menyadari bahwa alat kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, banyak efek negatif yang ditimbulkan alat kontrasepsi hormonal, diantaranya : bintik-bintik hitam pada kulit wajah, pusing, kegemukan dan lain-lain. Benarkah pernyataan tersebut? Jika memang benar demikian, lalu alat kontrasepsi apa yang aman digunakan oleh wanita? Berbagai pertanyaan muncul mengenai alat kontrasepsi yang minim efek samping. Alat kontrasepsi, baik hormonal maupun non hormonal merupakan kebutuhan bagi para wanita karena alat kontrasepsi terbukti mampu membantu para wanita untuk mencegah kehamilan.

Sebenarnya, alat kontrasepsi hormonal aman digunakan oleh para wanita. Namun, khusus untuk wanita yang memiliki kelebihan berat badan atau kegemukan, sangat disarankan untuk menghindari alat kontrasepsi hormonal karena alat kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko diabetes. Selain itu, terdapat resiko yang cukup membahayakan jika wanita gemuk menggunakan alat kontrasepsi hormonal berbasis estrogen, yakni terjadinya penggumpalan darah yang membahayakan kesehatan jantung.

Untuk membuktikan bahwa alat kontrasepsi hormonal meningkatkan resiko diabetes, maka kita akan merujuk pada penelitian yang dilakukan di University of Southern California. Penelitian yang melibatkan sekelompok wanita, yakni kelompok I yang menggunakan alat kontrasepsi non hormonal (kondom, sterill), kelompok II yang menggunakan alat kontrasepsi IUD berbasis progestin, dan kelompok III yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal berbasis progestin yang ditanam dibawah kulit atau implant. Dalam penelitian ini tidak melibatkan pengguna alat kontrasepsi hormonal lainnya, seperti suntik, pil, maupun spirall.

Dari penelitian tersebut menyebutkan jika semua alat kontrasepsi yang digunakan para wanita terbukti sangat efektif dan tidak menimbulkan kegemukan serta peningkatan tekanan darah maupun kadar kolesterol. Namun, penelitian tersebut menemukan fakta baru yang cukup mengejutkan yakni, peningkatan kadar gula dalam darah hingga 10% pada wanita yang menggunakan alat kontrasepsi implant dan 5% untuk kelompok wanita yang menggunakan alat kontrasepsi IUD berbasis progestin.

Selain terjadi peningkatan kadar gula darah, pada kedua kelompok tersebut juga ditemukan mengalami penurunan kadar glukosa hingga 2 %. Semua fakta tersebut membuktikan bahwa menggunakan alat kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko diabetes untuk alat kontrasepsi berbasis progestin jenis implat.

 




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10