Aneka Tipe TBC

Merebaknya kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia bukan hanya meresahkan, namun juga membingungkan. Mengapa? Karena terdapat banyak sekali klasifikasi TBC di literatur kedokteran. Sehingga bukan suatu hal yang aneh jika ada beragam aneka tipe TBC.

Marilah kita coba membahas satu per satu aneka tipe TBC sesuai dengan literatur dan tanpa adanya batas atau perbedaan yang bermakna. Nah, inilah aneka tipe TBC itu:

  1. Tuberkulosis (TBC) paru. TBC paru adalah penyakit tuberkulosis yang menyerang jaringan paru-paru, namun tidak menyerang selaput pembungkus paru-paru, yaitu pleura. Tipe TBC ini banyak sekali dijumpai di masyarakat. TBC tipe ini masih dibagi lagi menjadi TBC yang diperiksa berdasarkan hasil pemeriksaan dahak. Misalnya: TBC paru BTA positif dan TBC paru BTA negatif. TBC paru ada juga yang dibedakan berdasarkan tipe pasien yang telah dirawat sebelumnya. Ada yang dinamakan TBC kasus baru, TBC kasus kambuh (relaps), TBC kasus defaulted atau drop out, TBC kasus gagal, dan TBC kasus kronis (menahun) atau persisten.
  2.  TBC ekstra paru. Maksudnya TBC yang menyerang berbagai organ tubuh lainnya selain paru-paru. Misalnya menyerang selaput pembungkus paru-paru, selaput pembungkus otak dan otak, tulang, kelenjar getah bening, selaput pembungkus jantung (perikardium), organ pencernaan termasuk usus, kulit, ginjal dan saluran kemih, sistem persendian, organ kelamin, dan sebagainya.
  3. TBC milier. Istilah “milier” berarti mirip butiran padi atau jewawut. Dinamakan demikian karena memang ukuran lesinya kecil. TBC ini adalah hasil dari penyebaran TBC melalui penyebaran melalui aliran darah diikuti dengan “gerombolan” kuman yang relatif besar.
  4. TBC endobronkial. TBC jenis ini sering dijumpai pada anak, dapat terjadi dalam waktu tiga hingga sembilan bulan. TBC ini menyerang sistem saluran pernafasan yang disebut bronkus. TBC ini termasuk berat atau relatif sulit diobati karena sering disertai komplikasi.
  5. TBC diseminata. TBC tipe ini adalah hasil menyebarnya kuman TBC melalui pembuluh darah. Sering terjadi pada penderita yang sistem imun atau daya tahan tubuhnya rendah. Misalnya pada anak dan balita. TBC ini muncul sekitar dua hingga enam bulan setelah terjadi infeksi.

Demikian uraian tentang aneka tipe TBC. Semoga bermanfaat.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10