Apa Itu Spermisida?

Apa itu spermisida? Mungkin banyak dari kita yang tidak mengenal salah satu alat kontrasepsi ini. Hal tersebut sangat wajar karena yang biasa kita ketahui hanyalah seputar pil kb, kondom, iud, dan beberapa alat kontrasepsi yang lainnya.

Spermisida adalah salah satu cara dari berbagai cara utnuk mencegah terjadinya kehamilan pada rahim. Cara yang dilakukan oleh spermisida adalah membunuh sel sperma dengan bahan kimia yang bisa berupa gel, busa, dan krim. Penggunaan spermisida ini bisa berjalan dengan aktif dalam waktu satu jam saja setelah dipasang.

Penggunaan spermisida sebagai alat kontrasepsi terbilang sangat ampuh karena dalam studinya metode ini terbukti keberhasilannya sekitar 70% sampai 80%. Angka keberhasilan tersebut bisa meningkat sekitar 95 persen jika dikombinasikan dengan alat kontrasepsi yang lainnya yakni kondom. Namun akan sangat tidak efektif karena untuk sekali hubungan harus menggunakan dua alat kontrasepsi sekaligus.

Hal yang menjadi pertanyaan tentang spermisida sekarang ini adalah tentang faktor keamanan yang diberikannya. Setelah tahu apa itu spermisida, sekarang kita juga harus tahu sejauh apa keamanan ketika menggunakan spermisida.

Sejauh hasil yang telah diperoleh maka penggunaan spermisida tidaklah terlalu aman. Untuk tingkat kemampuannya sebagai pencegah kehamilan bisa diacungi jempol tetapi untuk tingkat keamanannya masih sangat diragukan. Ada beberapa hal yang menyebabkan tingkat keamanan dari penggunaan spermisida tidak dianjurkan.

Faktor yang pertama, spermisida hanyalah berupa gel, krim, dan busa yang hanya mampu membunuh sel sperma saja. Dengan demikian kemampuan spermisida untuk menangkis bahaya penyakit kelamin tidaklah bisa diandalkan. Jadi spermisida tidak mampu membunuh virus dan bakteri yang masuk ketika terjadi hubungan badan atau seks.

Tentu saja hal tersebut berbeda dengan penggunaan kondom yang dirasakan lebih aman untuk mencegah terjadinya penularan penyakit kelamin. Penularan penyakit yang paling banyak ditakuti ketika berhubungan badan selain penyakit kelamin adalah adanya virus HIV yang sekarang ini masih belum ditemukan obatnya.

Faktor kedua, spermisida memiliki efek samping bagi penggunanya. Efek samping tersebut adalah timbulnya alergi yang mampu mengakibatkan ruam dan iritasi pada bagian kulit. Dari sini kita tahu bahwa penggunaan spermisida tidaklah aman. Agar lebih jelas Anda dapat berkonsultasi ke dokter atau ahli medis, atau Anda bisa mencari informasi lebih lanjut tentang apa itu spermisida sebagai tambahan informasi.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10