Cara Tepat Memilih Alat Kontrasepsi

Banyak pasangan yang masih bingung mengenai cara tepat memilih alat kontrasepsi. Saat ini kebanyakan pasangan sudah memahami pentingnya program keluarga berencana karena menyadari sulitnya menghidupi banyak anak. Pemerintah menawarkan program keluarga berencana dengan berbagai pilihan alat kontrasepsi, namun banyaknya pilihan terkadang malah membingungkan bagi beberapa pasangan untuk memilih kontrasepsi yang tepat. Memilih alat kontrasepsi yang sesuai ini penting sekali karena setiap alat kontrasepsi memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Sebelum membahas mengenai cara tepat memilih kontrasepsi, ada baiknya kita ketahui apa saja jenis alat kontrasepsi yang ada.

Kontrasepsi Mekanik

Jenis kontrasepsi ini bekerja dengan cara menghalangi bertemunya sel sperma dan sel telur secara mekanik. Kontrasepsi jenis ini pun terbagi menjadi dua kelompok yaitu alat kontrasepsi sekali pakai dan alat kontrasepsi jangka panjang.

  • Alat Kontrasepsi Sekali Pakai
    Jenis alat kontrasepsi ini dipakai hanya satu kali kemudian dibuang. Alat kontrasepsi ini memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan, dan tidak perlu bantuan dokter untuk memakainya. Jenis alat kontrasepsi ini adalah kondom dan diafragma. Kondom dipakai oleh laki-laki sedangkan diafragma dipakai oleh wanita.
  • Alat Kontrasepsi Jangka Panjang
    Jenis alat kontrasepsi mekanik ini biasanya dipasang pada pihak perempuan, dengan harapan bisa dipakai untuk jangka panjang. Karena alat kontrasepsi ini dipasangkan didalam tubuh, maka perlu tenaga ahli yaitu dokter untuk memasangkan jenis kontrasepsi ini. Kontrasepsi jenis ini disebut IUD, dan ternyata banyak macamnya. Namun tentu saja alat kontrasepsi ini memiliki kekurangan yaitu dapat menyebabkan infeksi, bahkan pendarahan.

Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi jenis ini secara umum bekerja dengan memanfaatkan hormon estrogen maupun kombinasi hormon estrogen dan progesteron. Cara kerja kontrasepsi ini adalah dengan mencegah proses ovulasi yaitu proses indung telur mengeluaran sel telur, dan mengentalkan cairan di leher rahim sehingga susah ditembus oleh sel sperma, yang pada intinya menciptakan suasana yang tidak kondusif bagi bertemunya sel telur dan sel sperma. Hormon yang digunakan dimasukkan ke dalam tubuh melalui 3 cara kontrasepsi yaitu pil, suntikan, dan susuk.

Karena memanfaatkan hormon jenis kontrasepsi ini terkadang memiliki efek samping diantaranya adalah membuat gemuk, haid tidak lancar, pusing, hingga dapat mempengaruhi fungsi hati dan ginjal. Kontrasepsi pil dan suntik menjadi primadona diantara kontrasepsi hormonal karena cara penerapan yang mudah dan praktis, selain itu efek samping yang ditimbulkan minimal.

Pemilihan kontrasepsi tergantung dari pasangan masing-masing. Asalkan nyaman dan tidak mengganggu keharmonisan pasangan, maka cara kontrasepsi itu layak untuk dipakai. Efek samping setiap kontrasepsi berbeda untuk setiap individu, oleh karena itu ada beberapa kriteria untuk menilai kecocokan sebuah kontrasepsi diantaranya adalah

  • Berat badan stabil
  • Tidak menimbulkan nyeri
  • Tidak menimbulkan perubahan emosi
  • Tidak mengganggu pola haid
  • Tidak menimbulkan keputihan

Demikianlah pemahaman mengenai kontrasepsi dan cara tepat memilih alat kontrasepsi, semoga dapat membantu pasangan baru dalam memilih jenis kontrasepsi yang akan dipakai.

 




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10