Mekanisme Kontrasepsi

Kontrasepsi merupakan cara yang dilakukan untuk mencegah bertemunya sel telur dan sperma, sehingga tidak terjadi pembuahan dan kehamilan. Terdapat beberapa mekanisme kontrasepsi yang saat ini umum dilakukan, yang dapat dibedakan menjadi kontrasepsi mekanik dan kontrasepsi hormonal.

Kontrasepsi mekanik adalah menghalangi bertemunya sel telur dan sperma secara mekanik. Terdapat dua kelompok alat kontrasepsi mekanik, yaitu alat kontrasepsi sekali pakai (misalnya kondom), serta alat kontrasepsi jangka panjang (misalnya Intra Uterine Device (IUD) atau spiral). Kondom terbuat dari bahan yang tahan air, elastik dan durable, dan biasanya digunakan oleh pria, walaupun saat ini terdapat kondom yang digunakan oleh wanita. Kondom berfungsi menghalangi sperma dari pria memasuki tubuh pasangannya. Sedangkan IUD terbuat dari tembaga dan dipasangkan pada rahim wanita. Bahan tembaga pada IUD bertindak sebagai spermasida yang melemahkan sperma dan menghambat pertemuan sperma dengan sel telur.

Sedangkan mekanisme kontrasepsi hormonal adalah dengan memanfaatkan hormon estrogen dan progesteron untuk “menipu” otak dan organ reproduksi wanita, sehingga terjadi suasana yang tidak kondusif untuk pembuahan sel telur oleh sperma. Hormon progesteron berfungsi menghambat pelepasan hormon perangsang folikel (follicle-stimulating hormone – FSH) dan luteinizing hormone (LH) yang menyebabkan terjadinya ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur yang siap dibuahi). Dengan terhambatnya kedua hormon tersebut, tidak terjadi ovulasi dan tubuh mengira telah terjadi kehamilan, sehingga tidak terjadi pembuahan.

Hormon progesteron juga berfungsi mengentalkan cairan pada serviks sehingga akan lebih sulit ditembus oleh sperma. Sedangkan hormon estrogen berfungsi menjaga kestabilan dinding rahim, mempertahankan keteraturan siklus menstruasi, dan menghambat perkembangan folikel, sehingga terjadinya pembuahan sel telur dapat dihindari. Kontrasepsi hormonal biasanya diterapkan menggunakan pil, suntikan, atau susuk.

Selain kedua mekanisme kontrasepsi yang disebutkan sebelumnya, terdapat metode pengendalian kehamilan menggunakan sistem kalender. Metode ini adalah dengan menandai masa subur istri. Bagi pasangan suami istri yang ingin mencegah kehamilan, tidak boleh melakukan hubungan seksual pada masa subur istri. Namun sebaliknya, bagi pasangan suami istri yang mengharapkan bayi, dapat melakukan hubungan seksual pada masa subur istri untuk untuk meningkatkan kesempatan hamil.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10