Mengenal Pengobatan Akupuntur (Tusuk Jarum): Efektifitas serta Efek Sampingnya

Banyak orang yang tahu, pernah mendengar atau bahkan telah mencoba metode pengobatan kuno akupuntur atau tusuk jarum ini. Namun apa dan dari mana metode pengobatan ini berasal? Apa pula efek samping akupuntur ini? Akupuntur sejatinya adalah metode pengobatan yang tergolong kuno karena telah dikenal dan diterapkan untuk mengobati berbagai macam penyakit sejak beribu tahun lalu. Pengobatan ini berkembang di beberapa negara seperti Mesir, India, Cina, Korea, Jepang dan beberapa negara lain. Namun, bukti otentik serta catatan lengkap mengenai metode pengobatan ini ditemukan di Cina, sehingga akupuntur kini lebih dikenal sebagai sebuah metode pengobatan yang berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Efektifitas

Akupuntur sejatinya bukan cuma ilmu namun juga sebuah seni yang berguna untuk mengembalikan keseimbangan tubuh. Dapat dikatakan bahwa secara garis besar, dasar dari ilmu akupuntur adalah sama, yang berbeda adalah seninya. Contohnya saja cara menusukkan jarum, teknik stimulasi yang dipakai sampai kombinasi titik yang ditusuk. Hampir sama dengan metode pengobatan yang lain. Akupuntur juga bertujuan memberikan kesehatan bagi pasien. Jarum di sini digunakan sebagai media untuk memberikan rangsangan kepada titik -titik tertentu di dalam tubuh yang berhubungan langsung dengan organ yang mengalami gangguan. Titik-titik syaraf ini tidak selalu ada di bagian yang sakit, namun dapat juga berada jauh. Misalnya saja orang yang sakit jantung, kemungkinan ditusuk bukan hanya di dada namun juga di telapak kaki.

Untuk mengenal pengobatan akupuntur, satu lembar artikel tidaklah cukup karena banyak sekali hal yang harus dibahas. Namun yang jelas, akupuntur dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan mungkin dapat menyembuhkan yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Namun masih ada perdebatan di kalangan praktisi kesehatan mengenai efektifitas dari metode ini lantaran setiap dokter atau akupunturis biasanya akan menggunakan metode atau seni yang berbeda.

Efek Samping

Pada dasarnya, metode pengobatan akupuntur tidak mengandung resiko yang membahayakan. Hal paling penting yang harus diingat adalah penggunaan jarum. Saat ini, mayoritas akupunturis menggunakan jarum sekali pakai. Hal ini bertujuan menghindari terjadinya infeksi atau menularnya penyakit dari satu pasien ke pasien yang lain.

Efek samping lain yang mungkin timbul adalah kecanduan. Banyak yang tidak mengetahui fakta ini. Akupuntur memiliki efek kecanduan. Maka dari itu, setiap pasien biasanya dibatasi sesi terapinya, maksimal 12 kali. Setelah itu, pasien harus rehat sejenak sekitar satu atau dua bulan untuk menghindari efek kecanduan ini. Setelah rehat, terapi boleh dilanjutkan kembali.

Semoga sedikit informasi dan ulasan di atas dapat membantu Anda untuk mengenal pengobatan akupuntur atau tusuk jarum secara lebih dekat.

 




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10