Mengenal Penyakit TBC

Mengenal penyakit TBC dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, jadi tidak harus diperingati setiap tanggal 24 Maret, hati TBC sedunia. Misalnya dengan mengikuti seminar, workshop, diskusi ilmiah, mendengarkan radio, melihat siaran iklan layanan kesehatan di televisi, membaca surat kabar, browsing di internet tentang TBC, atau langsung bertanya kepada tenaga kesehatan atau berdiskusi langsung secara interaktif dengan dokter.

Mengenal penyakit TBC dapat diajarkan sejak dini kepada anak, tentunya dengan bahasa dan teknik penyampaian yang akan dengan mudah dipahami oleh anak. Ini juga sebagai upaya anak untuk mengenal penyakit TBC sehingga ia akan menjauhi penyebabnya.

Anak diajarkan untuk tidak meludah di sembarang tempat, menghindari, atau tidak berdekatan dengan orang yang sedang batuk atau bersin. Menjaga kesehatan dengan cukup beristirahat, makan makanan yang bergizi, mengkonsumsi empat sehat lima sempurna. Hindari suka jajan di sembarang tempat. Disarankan agar mau bila disuntik vaksinasi BCG. Bila bepergian, maka pakailah masker standar. Bila sering bersin atau batuk, maka langsung mengambil tisu atau sapu tangan, lalu mencuci tangan sesering mungkin untuk meminimalisasi bersarangnya kuman, virus, atau bakteri.

Kita semua memang perlu mengenal penyakit TBC. Sebab, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis ini telah dicanangkan oleh WHO sebagai kasus kegawatdaruratan global (global emergency) sejak tahun 1992. Ada data yang tentunya lebih mengejutkan kita semua. Pada tahun 2008, diperkirakan 11,1 juta orang hidup dengan TBC aktif, termasuk 9,4 juta kasus-kasus baru. Diperkirakan pula 1,8 juta kematian akibat TBC di tahun 2008, termasuk kematian 500 ribu orang yang terdiagnosis positif HIV.

Bagaimana mengenal penyakit TBC dari sisi penularan? Penyakit TBC ditularkan melalui droplet (bercak-bercak atau titik-titik air) yang disebarluaskan melalui udara akibat kontak langsung dengan penderita TBC. Oleh karena itu, maka hendaknya orang tua mewaspadai dengan siapa saja anaknya bergaul. Sebab, boleh jadi anaknya akan tertular TBC oleh kakeknya, neneknya, supirnya, pembantunya, tetangganya, pamannya, tantenya, atau bahkan malah tertular oleh bapaknya sendiri.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10