Mitos Seputar Kesehatan Gigi

Gigi merupakan bagian awal sistem pencernaan manusia. Gigi yang sehat akan membantu proses pencernaan lebih baik. Sayang, tidak semua orang tahu cara merawat kesehatan gigi dengan benar. Sama banyaknya dengan mitos seputar kesehatan gigi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Berikut 7 diantaranya.

1. Tumbuh gigi menyebabkan bayi demam
Demam ialah pertanda antibodi sedang bekerja melawan virus. Para ahli medis dan kesehatan sepakat bahwa demam ialah mekanisme alami tubuh agar virus atau bakteri bisa mati. Jika bayi demam saat tumbuh gigi, bisa jadi tubuh si bayi mengalami infeksi. Sebab, faktanya ada bayi yang tidak demam sama sekali saat tumbuh gigi.

2. Dokter gigi hanya dibutuhkan saat ada masalah gigi
Dalam keadaan gigi tampak baik-baik saja, dokter gigi wajib dikunjungi minimal dua kali setahun. Perawatan rutin ini diperlukan untuk memastikan tidak ada gigi berlubang yang bisa menjadi pintu masuknya kuman ataupun bakteri. Pembersihan karang gigi juga sebaiknya dilakukan dua kali setahun agar tidak menjadi plak yang bisa menjadi rumah berkembangnya bakteri dan kuman.

3. Banyak makan coklat menyebabkan gigi berlubang
Mitos seputar kesehatan gigi yang satu ini tergolong banyak yang mengamini. Faktanya, gigi tidak akan berlubang jika kebersihan gigi terjaga. Makan coklat hanya memperbesar kemungkinan gigi berlubang apabila lupa membersihkan.

4. Obat kumur bisa menghilangkan bau mulut
Sebetulnya, obat kumur hanya efektif dalam waktu singkat, antara 30-1 jam setelah pemakaian. Justru obat kumur berbahan dasar alkohol yang digunakan berlebihan bisa menambah bau mulut.

5. Gigi atas yang dicabut bisa menyebabkan kebutaan.
Banyak pendapat beredar di masyarakat awam bahwa mencabut gigi yang sakit bisa berpengaruh ke syaraf. Terutama gigi bagian atas, disebutkan bisa menyebabkan kebutaan. Faktanya, syaraf gigi dan mata berbeda. Rasa nyeri dan ngilu saat sakit gigi yang terasa sampai ke pipi bahkan ke mata bukan pertanda syaraf gigi dan mata berhubungan.

6. Sariawan di mulut merupakan pertanda tubuh kekurangan vitamin C.
Kebanyakan kasus sariawan terjadi karena gerakan sikat gigi yang terlalu keras dan menabrak gusi. Sariawan juga disebut-sebut para ahli kesehatan sebagai pertanda sistem imun tubuh yang memburuk, stres, kekurangan nutrisi atau efek dari obat-obatan lain.

7. Gigi berlubang yang tinggal akarnya saja bisa dibiarkan.
Pernyatan ini merupakan mitos seputar kesehatan gigi yang berbahaya jika dipercaya. Karena faktanya,  pada kondisi gigi berlubang, lama-kelamaan gigi patah sedikit demi sedikit dan tinggal menyisakan akarnya. Meski sudah tidak terasa lagi sakit ataupun nyeri, akar gigi yang diabaikan ini mungkin saja terinfeksi dan menjadi pintu masuk kuman berbahaya ke dalam tubuh.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10