Olahraga Saat Kehamilan

Olahraga saat kehamilan. Saat hamil, seorang ibu harus tetap berolahraga agar siap menghadapi kehamilan. Sebab, seiring dengan usia kehamilan yang bertambah, ada banyak tantangan fisik yang harus dihadapi sehingga seorang ibu dituntut untuk senantiasa bugar. Selain itu, olahraga juga dapat membantu memudahkan proses persalinan dan mempercepat pemulihan tubuh paska persalinan.

Meski begitu, ibu hamil tak bisa sembarang berolahraga. Ia tetap harus memperhatikan kondisi tubuh. Sebaiknya pilih instruktur ahli sebagai konsultan olahraga. Jika ibu memiliki kondisi khusus mengenai kehamilan, misal posisi bayi sungsang, atau ada riwayat perdarahan/nyeri di bagian bawah perut pada bulan-bulan sebelumnya, sebaiknya konsultasikan dengan instruktur sebelum ibu memulai latihan. Instruktur akan membantu Anda memilih terapi atau gerakan apa saja yang aman bagi kondisi-kondisi khusus yang Anda alami.

Olahraga saat kehamilan. Lakukan jenis olahraga yang aman bagi ibu hamil misalnya berenang, berjalan kaki, atau senam. Menurut Iskarima Ratih dalam bukunya Hamil Sehat, Bayi Sehat, olahraga senam umumnya meliputi latihan pernafasan dan gerakan kaki-tangan, khususnya kaki sebagai penentu otot perut yang akan digunakan saat melahirkan. Agar tetap bugar dan lentur, coba yoga atau pilates –atau yogalates, gabungan keduanya. Gerakannya sangat cocok untuk ibu hamil. Anda bisa mengikuti kelas senam hamil atau melakukannya sendiri di rumah dengan meniru gerakan dari video.

Gunakan pakaian dan bra yang nyaman untuk berolahraga. Kosongkan perut sebelum latihan, lalu konsumsi cukup cairan setelah latihan selesai. Hindari olahraga high impact seperti jogging dan jangan lakukan olahraga secara berlebihan. Hindari pula memulai berlatih jenis olahraga baru yang belum pernah dilakukan sebelum hamil.

Olahraga saat kehamilan. Segera hentikan latihan jika Anda merasa nyeri pada perut bagian bawah, mual, pusing, pandangan berkunang-kunang, napas tersengal-sengal, atau badan terasa panas (over-heated), lalu lakukan konsultasi dengan dokter kandungan Anda. Selebihnya, selama tidak ada riwayat keguguran, perdarahan, atau didiagnosa memiliki mulut rahim lemah, ibu hamil dapat terus berolahraga untuk menjaga kebugaran.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10