Sejarah Kontrasepsi

Kontrasepsi dapat diartikan sebagai cara mencegah terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma, sehingga tidak terjadi kehamilan. Sejarah kontrasepsi telah dikenal sejak tahun 2700 SM dalam bentuk sebuah resep kuno bangsa Cina untuk obat peluntur. Selain itu, di Mesir juga telah dikenal resep pasta vagina dari masa 1850 SM di Mesir, serta tampon vagina pada tahun 1550 SM. Baik pasta maupun tampon tersebut mengandung obat yang bersifat spermisida.

Selama berabad-abad sejak abad pertengahan, teknologi kontrasepsi berkembang sangat lambat. Saat itu kontrasepsi masih dilakukan dengan cara sederhana menggunakan salep, barier vagina dan sanggama terputus. Baru pada tahun 1564, Fallopius merancang linen untuk menutupi glans penis dengan tujuan mengurangi penularan penyakit sifilis. Rancangan ini mengilhami penemuan kontrasepsi modern, yaitu penemuan kondom pertama pada tahun 1843.

Pada awal abad 20, sejarah kontrasepsi mengalami perkembangan berarti dengan penemuan IUD (Intra Uterine Device) atau AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) oleh Dr. Righter dari Jerman pada tahun 1909. Penggunaan IUD sempat terhenti pada tahun 1929 akibat resiko infeksi dan mortalitas yang tinggi. Namun sejak penyempurnaan IUD oleh Dr. Howard Tatum dari Amerika Serikat dan Dr. Jaime Zipper dari Chili pada dekade 1960-an, saat ini IUD menjadi salah satu alat kontrasepsi yang paling populer karena kemudahan penggunaan dan efektifitas hasilnya.

Metode kontrasepsi juga berkembang dengan penggunaan hormon melalui pil, injeksi, dan implant (susuk). Pil kontrasepsi pertama diperkenalkan pada dekade 1950-an oleh Dr. Gregory Pincus dan Dr. John Rock dari Amerika Serikat. Selain itu sejarah kontrasepsi juga ditandai dengan populernya metode secure contraception (kontrasepsi mantap) atau surgical contraception (kontrasepsi operatif) sejak Perang Dunia II. Metode ini dalam bahasa awam dikenal dengan istilah sterilisasi. Pada wanita, sterilisasi dilakukan dengan tubektomi atau pengikatan tuba fallopi (saluran telur), sedangkan pada pria, sterilisasi dilakukan dengan vasektomi atau pengikatan vas deferens (saluran sperma).

Sejarah kontrasepsi yang berkembang pesat hingga saat ini alat kontrasepsi lebih dikenal sebagai alat pencegah kehamilan yang bertujuan untuk menunda kehamilan guna merencanakan jarak kelahiran dan meredam ledakan jumlah penduduk.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10