Sekilas Tentang Alat Kontrasepsi Kondom

Alat kontrasepsi kondom menjadi salah satu upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual lainnya. Meningkatnya kasus infeksi menular seksual membuat penggunaan kondom menjadi penting untuk mengurangi resiko dan menurunkan kasus infeksi menular seksual.

Kondom untuk Mencegah Infeksi Menular Seksual

Kondom menjadi bagian penting dari tiga cara utama pencegahan HIV/AIDS dan infeksi menular seksual, yang dikenal dengan cara ABC. A, Abstinence diartikan sebagai tidak berhubungan seksual diluar nikah. B, Be faithful yaitu setia kepada pasangan dan tidak bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual. Ketiga, C, Condom, yaitu penggunaan kondom dalam berhubungan seksual untuk mencegah penularan. Kondom dapat pula digunakan sebagai alat untuk mencegah kehamilan dan mendukung program keluarga berencana.

Kondom untuk Pria dan Wanita

Kondom terbagi dalam dua jenis, untuk laki-laki dan perempuan. Kondom untuk laki-laki memiliki bentuk lonjong seperti tabung dan terbuat dari bahan lateks seperti yang sering kita lihat di pasaran. Sedangkan kondom untuk perempuan berbentuk seperti silinder dan memiliki dua ring. Ring yang lebih kecil dimasukkan ke dalam alat kelamin perempuan, sedangkan ring yang lebih besar berada di bagian luar. Kondom untuk perempuan ini terbuat dari bahan lateks dan berfungsi sama dengan kondom laki-laki, untuk mencegah sperma masuk ke dalam rahim.

Kondom sebagai alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pria maupun wanita memiliki efektivitas, manfaat, dan resiko yang sama. Resiko yang dapat ditimbulkan oleh kedua jenis kondom ini dapat di minimalisir dengan cara penggunaan kondom yang benar. Kondom untuk perempuan memiliki efektivitas tinggi untuk mencegah kehamilan dengan penggunaan yang benar. Sangat penting untuk mengikuti instruksi penggunaan kondom, mulai dari cara membuka kemasan, pemasangan, hingga pembuangan untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Seringkali kebocoran kondom terjadi karena goresan pada lateks yang disebabkan oleh kesalahan pada saat membuka kemasan dan pemasangan.

Akses untuk mendapatkan kondom untuk mencegah kehamilan saat ini lebih mudah dan terjangkau. Kondom untuk laki-laki dapat dibeli bebas di apotek, asalkan pembeli telah berusia 18 tahun ke atas. Kondom, terutama kondom untuk pria menjadi alat kontrasepsi yang paling sering di modifikasi tidak hanya untuk meningkatkan fungsinya, tetapi juga modifikasi di bagian desain dan visual untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan. Hadiri penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga berencana untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, pencegahan infeksi menular seksual, dan juga penyuluhan cara penggunan alat kontrasepsi kondom secara tepat.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10