Seputar Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Di tahun 1992, WHO menyatakan bahwa penyakit tuberkulosis (TBC) termasuk ke dalam penyakit global emergency. Hal ini terkait dengan terus meningkatnya jumlah kasus penyakit tersebut yang muncul dari tahun ke tahun. Setiap tahun, kemunculannya tak kurang dari 8 juta kasus baru.

Indonesia masuk ke dalam peringkat lima besar negara dengan jumlah kasus penyakit tuberkulosis (TBC) terbanyak. Jumlah kasus baru yang muncul, dalam tiap tahunnya mencapai angka 500 ribu. Seratus empat puluh ribu dari kasus tersebut di antaranya berujung dengan kematian. Sungguh sebuah fakta yang memilukan! Ya, bagaimana tidak, di zaman yang canggih seperti sekarang, penyakit purba seperti TBC masih juga menjadi pembunuh manusia secara massal. Padahal, inovasi pengobatannya sudah ditemukan sejak lama.

Penyakit tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Infeksinya bisa menyebar dari nodus limpa (kelenjar getah bening), sistem peredaran darah, hingga ke organ-organ tubuh yang lain. Akan tetapi, kasus infeksi yang paling sering ditemui ada pada organ paru-paru.

Di awal kemunculannya, penyakit TBC hanya menyerang hewan-hewan ternak. Seiring dengan peningkatan jumlah manusia beserta penurunan kualitas hidupnya, penyakit ini pun kemudian menular pada manusia. Sampai akhirnya seperti sekarang. TBC yang diderita manusia lebih parah daripada TBC yang menimpa hewan.

Kebanyakan orang yang menderita infeksi bakteri TBC tidak memberikan gejala yang jelas. Hal ini karena bakteri TBC bisa hidup di dalam tubuh penderita secara diam-diam tanpa memberikan gejala. Keadaan ini disebut sebagai keadaan bakteri yang inaktif atau keadaan laten. Barulah, ketika sistem kekebalan tubuh si penderita menurun, bakteri ini akan aktif dan lalu agresif menyerang tubuh. Akibatnya, muncul gejala-gejala penyakit ini secara drastis. Anak-anak, orang lanjut usia, dan penderita HIV merupakan calon penderita penyakit TBC yang paling potensial.

Waktu yang dibutuhkan bakteri dari sejak pertama masuk ke dalam tubuh, kemudian diam dalam keadaan inaktif, hingga memberikan gejala yang jelas sehingga disebut infeksi TBC, pada setiap penderita itu berbeda-beda. Bisa dalam hitungan hari, bulan, bahkan tahun. Semua tergantung pada sistem kekebalan tubuh. Semakin kuat, semakin lama. Sebaliknya semakin lemah, semakin cepat infeksi itu berkembang.




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10