Tips Memilih Alat Kontrasepsi yang Tepat

Tips memilih alat kontrasepsi tentunya akan sangat bermanfaat bagi pasangan yang belum atau tidak ingin memiliki anak atau sedang menunda untuk mempunyai anak. Seperti kita ketahui bahwa merencanakan keluarga termasuk merencanakan kelahiran anak adalah hal penting karena hal ini menyangkut tidak hanya kesejahteraan seluruh keluarga melainkan juga masa depan anak itu sendiri.

Memiliki anak tidak cukup hanya memberinya makan saja, tapi yang terutama adalah mendidik dan memberinya pendidikan yang terbaik agar masa depannya terjamin. Masalahnya, hari-hari ini biaya pendidikan yang baik sangat tinggi, oleh karena itu para orang tua maupun calon orang tua perlu merencanakan baik-baik kelahiran putra putri mereka, salah satunya adalah dengan memilih kontrasepsi yang tepat.

Tips Memilih Alat Kontrasepsi: Yang Perlu Diperhatikan dan Diketahui

Memilih untuk menunda memiliki anak bagi pasangan muda atau pasangan yang baru dikaruniai anak maupun memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi bagi pasangan yang berusia menjelang 40-an membutuhkan cara maupun alat kontrasepsi yang tepat. Dalam hal ini, masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda, oleh karena itu alat kontrasepsi yang harus dipilihpun berbeda-beda dari pasangan yang satu dengan pasangan yang lain.

Lalu langkah apa yang harus dilakukan atau hal-hal apa yang harus diperhatikan ketika satu pasangan ingin memutuskan salah satu keputusan mengenai kelahiran anak seperti yang telah disebutkan di atas? Sebelumnya harus kita ketahui bahwa pada dasarnya alat kontrasepsi dibagi menjadi 2 bagian besar yaitu kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi non hormonal.

Kontrasepsi hormonal adalah kontrasepsi yang dilakukan dengan mempengaruhi fungsi hormon dari si pemakai, sedangkan non hormonal adalah alat kontrasepsi yang tidak ada hubungannya dengan hormon Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan ketahui sebelum Anda memutuskan untuk memilih salah satu alat kontrasepsi yang ada:

  1. Pahami Tujuan Anda Menggunakan Alat Kontrasepsi
    Maksudnya disini adalah rencana Anda ke depan mengenai kelahiran si buah hati. Apakah Anda ingin menunda kelahiran buah hati Anda hingga Anda menyelesaikan kuliah Anda, atau Anda ingin menunda kelahiran karena saat ini anak Anda masih terlalu kecil untuk memiliki adik atau bahkan Anda berkeinginan untuk tidak memiliki anak lagi. Hal ini sangat penting karena masing-masing tujuan tersebut dapat membantu Anda menentukan alat kontrasepsi yang terbaik dan paling sesuai.
    Misalnya dalam kasus Anda ingin menunda kehamilan hingga putra Anda cukup besar, Anda bisa memilih spiral atau IUD yang berjangka waktu 5 tahun. Atau jika Anda tidak ingin lagi memiliki anak karena faktor usia, Anda bisa memilih steril (entah sang suami atau sang istri yang di steril).
  2. Kenali Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Yang Ada Beserta Tingkat Kefektifannya
    Setelah menetapkan tujuan Anda menunda kehamilan serta jangka waktunya, kini Anda harus belajar mengenai beragam alat kontrasepsi yang ada di pasaran. Ada banyak alat kontrasepsi yang umum dipakai dan dikenal banyak orang seperti kondom, pil, spiral atau IUD dan lain-lain.
    Di negara-negara maju bahkan alat kontrasepsi bisa lebih beragam karena kemajuan teknologi serta kebijakan dari pemerintah setempat. Mengenal masing-masing alat kontrasepsi dengan baik beserta tingkat keefektifannya akan membantu Anda untuk memilih mana yang paling sesuai dengan tujuan dan sesuai untuk Anda dan pasangan.
    Berikut beberapa jenis alat kontrasepsi yang dikenal masyarakat secara umum beserta tingkat keefektifannya:
    - Steril (Vasektomi dan Tubektomi) : hampir 100%
    - Pil KB : hampir 100%
    - KB Suntik : hampir 100%
    - KB Susuk : hampir 100%
    - Spiral (IUD) : 97 – 98%
    - Kondom : 90 – 98%
  3. Kenali Efek Samping Dari Masing-Masing Alat Kontrasepsi
    Setelah Anda mempelajari mengenai jenis-jenis alat kontrasepsi yang berbeda lengkap dengan tingkat keefektifannya, mungkin Anda sudah mulai memiliki pandangan mengenai alat kontrasepsi mana yang akan Anda pilih. Tetapi sebaiknya Anda jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan terlebih dahulu karena Anda juga harus belajar mengenai efek samping dari masing-masing alat kontrasepsi tersebut.
    Berikut beberapa efek samping yang umum dialami oleh mereka yang menggunakan alat kontrasepsi:
    - Sakit kepala
    - Keluarnya bercak maupun cairan dari vagina
    - Mual
    - Perubahan mood
    - Payudara menjadi lembek
    - Kram
    - Menstruasi yang banyak dan sakit, biasanya bagi pemakai IUD atau spiral
    - Tidak mengalami menstruasi sama sekali; umumnya pada KB suntik

Nah, dengan mempelajari beberapa hal di atas, diharapkan agar Anda merasa lebih mudah untuk menentukan yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Kunci sukses dari pemilihan alat kontrasepsi adalah konsultasi dengan dokter maupun petugas medis yang berwenang serta membicarakannya baik-baik dengan pasangan Anda. Semoga tips memilih alat kontrasepsi di atas dapat membantu Anda!




twitter-widget
Artikel Tentang Kesehatan located at Cilandak , Jakarta, Indonesia . Reviewed by 29 customers rated: 7.3 / 10