Merencanakan Olahraga

Olahraga sudah lekat dengan diri kita sejak masih bayi. Bahkan batita telah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan dirinya menuju usia lebih matang dan menyambut kemampuan barunya. Misalnya untuk berjalan, balita akan menguatkan kuda-kudanya terlebih dahulu. Belajar berdiri tegak, melangkah satu dua langkah. Jika jatuh akan berdiri lagi, begitu seterusnya hingga mampu berjalan lancar dan berlari. Untuk kesehatan fisik dan pertumbuhan tulangnya pun balita akan terus berlari dalam permainannya. Sepintas tidak bisa diam tapi memang seperti itulah cara anak membentuk fisiknya.

Jika seorang balita secara naluri dapat mengetahui apa yang harus dipersiapkan untuk kesehatan dan perkembangan fisiknya, maka sebagai manusia dewasa, kita tidak boleh kalah. Merencanakan olahraga itu perlu. Apalagi setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda-beda, memiliki waktu luang yang berbeda dan memiliki fokus olahraga yang berbeda-beda pula.

Bagi penderita jantung merencanakan olahraga dimulai dari memilih jenis olahraga yang tepat. Yaitu jogging (jalan cepat), berenang dan senam pernapasan atau yoga. Bagi penderita jantung, tidak disarankan untuk latihan yang menggunakan gerakan mendadak karena geraktan tersebut dapay memacu jantung berdetak lebih cepat, menyesuaikan dengan denyut yang meningkat secara cepat.

Bagi orang yang super sibuk dan tidak memiliki banyak waktu, maka merencanakan olahraga dapat berdasarkan waktu senggang, disesuaikan dengan tujuan olahraga. Bagi yang bertujuan membentuk perut six pack, dapat melakukannya dengan sit up di pagi hari ketika perut dalam keadaan kosong. Lakukan sebanyak dua puluh kali. Bisa pula berolahraga dengan lompat tali. Membakar banyak lemak dan dapat dilakukan di ruang yang sempit serta waktu yang sedikit.

Bagi keluarga yang sadar akan kebugaran dan kesehatan, menjadi member dalam sebuah sport club adalah pilihan yang bijak. Karena disamping lebih hemat, lebih bervariasi jenis olahraganya. Dari aerobic, fitness, renang, tennis meja dapat dipilih. Karena banyaknya pilihan tersebut maka perlu merencanakan olahraga apa yang bisa dimaksimalkan dan sesuai dengan karakteristik dari anggota keluarga.