Olahraga dan Metabolisme Tubuh

Kita sudah lama mengetahui kata olahraga. Mungkin kita juga pernah melakukan olahraga. Bahkan, bisa jadi olahraga menjadi kegiatan yang mengisi aktivitas kita sehari-hari. Kita juga tahu bahwa ada hubungan yang erat antara olahraga dan metabolisme tubuh kita. Namun, alangkah baiknya jika kita mengetahui apa itu olahraga? Serta bagaimana kaitannya dengan metabolisme tubuh?

Di dalam ensiklopedia Indonesia, olahraga diartikan sebagai gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan. Sementara itu, di dalam Webster’s New Collegiate Dictionary (1980), olahraga merupakan keikutsertaan dalam aktivitas fisik untuk mendapatkan kesenangan dan aktivitas khusus seperti berburu atau dalam olahraga pertandingan.

Dari dua definisi di atas, tampak olahraga berkaitan erat dengan gerak anggota tubuh. Bisa berupa beragam aktivitas yang mengikutsertakan tubuh. Oleh karena itu, olahraga memiliki kaitan erat dengan metabolisme tubuh. Saat berolahraga tubuh menghasilkan energi. Untuk menghasilkan energi tersebut ada dua simpanan energi utama yang digunakan yaitu simpanan karbohidrat dan simpanan lemak.

Tubuh kita memiliki simpanan karbohidrat dengan jumlah yang tidak banyak yaitu sekitar 0,5 kg. Simpanan karbohidrat tersebut berbentuk glikogen otot, glikogen hati, dan glukosa darah. Sementara simpanan karbohidrat jumlahnya terbatas, simpanan lemak jumlahnya banyak. Simpanan lemak berada di dalam jaringan adipose dan di dalam otot sebagai triasilgliserol.

Ada dua proses metabolisme di dalam tubuh saat proses produksi energi. Dua proses tersebut yaitu metabolisme aerobik dan metabolisme anaerobik. Metabolisme aerobik yaitu metabolisme energi pembakaran lemak dan karbohidrat dengan kehadiran oksigen (O2). Oksigen tersebut muncul melalui proses pernafasan. Sementara itu, metabolisme anaerobik merupakan metabolisme dengan tanoa kehadiran oksigen (O2).

Energi yang disediakan melalui metabolisme energi secara aerobik cenderung tersedia dalam jangka waktu yang panjang bagi tubuh. Sebaliknya, metabolisme energi secara anaerobik cenderung waktunya pendek bagi tubuh. Jangka waktu energi tersedia bagi tubuh kira-kira 5-10 detik.

Metabolisme energi secara aerobik merupakan proses yang tidak menghasilkan produk sampingan sehingga lebih bersih jika dibandingkan dengan metabolisme energi secara anaerobik yang menghasilkan asam laktan. Produk sampingan berupa asam laktat itu membatasi efektivitas kontraksi otot sehingga menimbulkan rasa nyeri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa olahraga sangat mempengaruhi metabolisme tubuh dan memberikan dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif.